Tampilkan postingan dengan label Ibn 'Arabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibn 'Arabi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2016

Sufisme Karya Toshihiko Izutsu

Sufisme : Samudra Makrifat Ibn 'Arabi
Penulis : Toshihiko Izutsu
Penerbit : Mizan
Tebal : 378 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 95.000


Tidak banyak cendekiawan, bahkan yang Muslim, yang bisa menguasai ilmu Sufisme, terutama Sufisme Ibn 'Arabi. Lantaran, selain kesulitan teks dan isi kandungan metafisika Ibn 'Arabi yang rumit, bahasa Arab yang digunakan Ibn 'Arabi sangat tidak sederhana—persisnya bukan karena soal bahasa, melainkan isi yang harus dibahasakan agar makna tersirat bisa tersampaikan. Seorang cendekiawan Jepang, Toshihiko Izutsu, merupakan salah seorang yang tidak banyak itu. Beliau telah begitu lancar mendalami metafisika Ibn 'Arabi.
Toshihiko Izutsu adalah seorang Profesor Emeritus Universitas Keio di Jepang. Beliau merupakan satu otoritas luar biasa dalam ajaran-ajaran hikmah metafisik dan filosofis Sufisme Islam, Adwaita Wedanta Hindu, Buddhisme Mahayana (terutama Zen), dan juga Taoisme filosofis. Dia menguasai tidak kurang dari 30 bahasa, di antaranya bahasa Arab, Persia, Sanskrit, Pali, Cina, Jepang, Rusia, dan Yunani.
Penelitian peripatetik beliau di beberapa lokasi di Timur Tengah (khususnya di Iran), India, Eropa, Amerika Utara, dan Asia bertujuan mengembangkan pendekatan metafilosofis terhadap perbandingan agama berdasar pada suatu studi linguistik yang mendalam terhadap teks-teks metafisis tradisional.

—Muhammad Baqir, dosen filsafat dan spiritualitas Islam

Taoisme Karya Toshihiko Izutsu

Taoisme : Konsep-Konsep Filosofis Lao Tzu dan Chuang Tzu Serta Perbandingannya dengan Sufisme Ibn 'Arabi
Penulis : Toshihiko Izutsu
Penerbit : Mizan
Tebal : 312 halaman
Kondisi : Segel

Harga : 85.000


Dalam karya yang mendalam ini, Izutsu membandingkan sistem pemikiran metafisik dan mistik dari Sufisme dan Taoisme, dan menemukan bahwa meskipun tidak punya kaitan historis, keduanya memiliki sejumlah watak dan pola yang serupa. Pendekatannya yang orisinal dan sugestif membuka pintu baru dalam studi tentang filsafat dan mistisisme komparatif.

Izutsu memulai dengan Ibn 'Arabi (di buku kesatu, Sufisme: Samudra Makrifat Ibn ‘Arabi), menganalisis dan membedah konsep-konsep ontologis utama dari salah satu pemikiran Islam paling menantang dan sulit dipahami ini. Kemudian di buku kedua, Izutsu beralih ke analisis tentang konsep-konsep paralel dari dua pemikiran Taois terkemuka, Lao-tzu dan Chuang-tzu. Setelah memaparkan struktur fundamental dari pandangan-dunia Sufisme dan Taoisme, Izutsu kemudian melakukan analisis komparatif. Izutsu menemukan bahwa baik pandangan-dunia Sufisme dan Taoisme dilandaskan pada dua konsep utama: Manusia Mutlak dan Manusia Sempurna—di mana seluruh sistem pemikiran ontologis dibangun di sekitar konsep-konsep ini. Izutsu mendiskusikan keserupaan-keserupaan di antara kedua sistem ontologis ini, kemudian mengajukan hipotesis bahwa tampaknya ada pola-pola mistikal dan metafisikal tertentu yang sama antara sufisme dan taoisme, meski keduanya tampaknya tidak punya koneksi historis sama sekali.

Buku ini benar-benar membuka wawasan baru yang berani di bidang fil-safat/mistisisme komparatif antara sufisme dan taoisme. Sebuah karya monumental yang dikerjakan oleh seorang pakar filsafat/mistisme yang menguasai tidak kurang dari 30 bahasa ini.