Menjual buku berat, hanya untuk intelektual, aktivis pergerakan dan pejuang humanis.
Tampilkan postingan dengan label ilmu sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu sosial. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Mei 2015
Rabu, 18 Maret 2015
Kamis, 18 September 2014
Catatan Seorang Demonstran
Judul : Catatan Seorang Demonstran
Pengarang : Soe Hok Gie
Penerbit : LP3ES
Kondisi : Baru
Harga : Rp. 60.000,-
Penerbit : LP3ES
Kondisi : Baru
Harga : Rp. 60.000,-
Pemesanan
: sms 089666935968/ pin BB: 321BDDAB
Sinopsis
Catatan Seorang Demonstran’ Sebuah buku tentang pergolakan
pemikiran seorang pemuda, Soe Hok Gie. Dengan detail menunjukkan luasnya minat
Gie, mulai dari persoalan sosial polotik Indonesia modern, hingga masalah kecil
hubungan manusia dengan hewan peliharaan. Gie adalah seorang anak muda yang
dengan setia mencatat perbincangan terbuka dengan dirinya sendiri, membawa kita
pada berbagai kontradiksi dalam dirinya, dengan kekuatan bahasa yang mirip dengan
saat membaca karya sastra Mochtar Lubis.
“Gie”, banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia ” Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja”. Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah “Gie” hanya menambah musuh saja.
“Soe Hok Gie” bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.
Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : “Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.”
“Gie”, banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia ” Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja”. Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah “Gie” hanya menambah musuh saja.
“Soe Hok Gie” bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.
Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : “Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.”
Minggu, 11 Mei 2014
Pengantar Ilmu Sejarah
Penulis: Kuntowijoyo
Penerbit : Tiara Wacana
Harga buku: Rp 44.000
Sinopsis
Sebagai buku pengantar, buku ini
amat baik dalam mengenalkan hal-hal mendasar di dalam ilmu sejarah.
Penjelasan-penjelasannya yang singkat, namun menyeluruh dan mendalam, terasa
mengalir sehingga memudahkan pembaca untuk menyelami sendi-sendi ilmu sejarah.
Materi-materi yang dibahas adalah mengenai pengertian sejarah, manfaat sejarah,
sejarah penulisan, sejarah sebagai ilmu dan seni, pendidikan sejarawan,
hubungan ilmu sejarah dengan ilmu sosial lain, serta kaitan sejarah dan
pembangunan. Di samping itu, juga dikemukakan aspek-aspek penting yang
diperlukan dalam penulisan sejarah, seperti penelitian sejarah, generalisasi
sejarah, kekuatan sejarah, kesalahan sejarah, serta ramalan sejarah.
Bukan itu saja, Kuntowijoyo juga memperkaya penjelasannya dengan menukilkan intisari dari berbagai buku yang berkaitan dengan ilmu sejarah. Tidak kurang dari tigapuluh buku disinggungnya di dalam buku ini, dan ini memberi keuntungan tersendiri bagi pembaca untuk memperluas wawasan dan khasanah bacaan.
Buku yang sarat dengan contoh-contoh ini amat layak digunakan sebagai pegangan bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum yang ingin mempelajari sejarah serta tertarik untuk menulis sejarah.
Langganan:
Postingan (Atom)


