Tampilkan postingan dengan label Marxisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marxisme. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Konsep Manusia Menurut Marx Karya Erich Fromm

Judul : Konsep Manusia Menurut Marx
Penulis : Erich Fromm
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tebal : 366 halaman 
Kondisi : Segel
Harga : 60.000
Sinopsis
Nama Karl Marx sering dikaitkan dengan atribut-atribut negatif, seperti ateis, kiri, pemberontak, totaliter, materialisme dan lain-lain. Marx dianggap percaya bahwa motif tertinggi psikologis manusia adalah keinginannya untuk bersenang-senang dan memperoleh keuntungan maksimal. Marx dicap mengabaikan kepentingan individu. Marx tidak menghargai atau memahami kebutuhan spiritual manusia. Dan kritik Marx terhadap agama dipahami sebagai penolakan terhadap nilai spiritual.
Erich Fromm penulis buku ini, menegaskan bahwa gambaran semacam itu tidak benar dan lebih merupakan fitnah. Marx adalah seorang Humanis. Marx adalah pejuang yang agresif untuk kebaikan, tidak mentolelir kepura-puraan atau penipuan. Dan tidak dapat menerima rasionalisasi yang tidak jujur atau pernyataan fiktif tentang masalah-masalah penting. Tujuan Marx tidak lain adalah pembebasan spiritual manusia, pembebasan dari belenggu determinasi ekonomi, restitusi manusia dari kemanusiaannya, membuat manusia agar dapat menemukan kesatuan dan harmoni sesamanya dan alam semesta. Filsafat Marx adalah sebuah langkah baru dan radikal dalam tradisi messianisme profetik. Yang menjarah kepada kesadaran individu secara utuh.

Dapatkan buku Erich Fromm lainnya disini

The Teaching of Karl Marx Karya Vladimir Ilyich Lenin

Judul : The Teaching of Karl Marx ; Pengantar Memahami Karl Marx dan Pemikirannya
Penulis : Vladimir Ilyich Lenin
Penerbit : Cakrawangsa, 2015
Tebal : x + 90 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 55.000

Sabtu, 09 April 2016

Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni

Judul : Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni
Penulis : Nezar Patria & Andi Arief
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tebal : xii + 197 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 35.000

Rabu, 18 November 2015

Ajaran Marx atau Kepintaran Sang Murid Membeo

Judul : Ajaran Marx atau Kepintaran Sang Murid Membeo
Penulis : Mohammad Hatta
Penerbit : Bulan Bintang, 1975
Tebal : 44 halaman
Kondisi : Bekas
Harga : 65000

Minggu, 10 Mei 2015

Epistemologi Kiri Karya Listiyono dkk

Judul : Epistemologi Kiri
Penulis: Listiyono Santoso dkk
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Tebal : 360 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 80.000
Pemesanan : sms 089666935968/ pin BB: 321BDDAB
Sinopsis
Mencari kebenaran adalah esensi filsafat. Sedangkan kebebasan menjadi ruh untuk berfilsafat. Karena itu, banyak fulsuf yang hanya melayang-layang saja, meneliti berbagai hal yang mungkin dan tidak pasti, serta terus mencari dalam kebebasannnya. Karena itu, pada dasarnya filsafat tidak pernah sampai pada sintesis, namun hanya akan membentuk lingkaran pengetahuan yang berpusar pada tesis dan antitesis seiring dengan berdetaknya sejarah waktu.
Terminologi kiri, dalam ruang kesadaran pemikiran kita dewasa ini , dianggap sebagai terminologi  anti kemapanan, bersifat revolusioner, reaksioner, dan kadang menyeramkan. Namun esensi yang menyeruak dalam relung-relung terminologi kiri telah menggugah kesadaran kita bahwa akan selalu ada counterpart yang akan menyeimbangkan hidup kita. Wacana nihilisme, dekonstruksi,  otoritarianisme dan status quo. Dari pertarungan inilah sebenarnya sintesis kesempurnaan terejawantah.
Buku ini menawarkan sebuah tematisasi pemikiran para filsuf yang dicap ‘Kiri’ oleh zaman. Tematisasi ini merupakan langkah yang tepat, seiring dengan parsialitas wacana yang tidak terejawantah dalam satu ikatan rangkaian. Oleh karena itu, buku ini lebih tepatnya telah melakukan rekonstruksi terhadap parsialitas bahasan tentang berbagai epistemologi ke-Kiria-an. Sebuah usaha yang patut diapresiasi/ Dus, siapakah Anda yang mengerutkan dahi? Berkerutlah selagi masih bisa!

Sabtu, 09 Mei 2015

Kritik Islam atas Marxisme dan Sesat Pikir Barat Lainnya

Judul Buku      : Kritik Islam atas Marxisme dan Sesat Pikir Barat Lainnya
Penulis             : Ali Syari’ati
Penerbit           : Mizan, Jakarta, cet. 2, 1988
Tebal               : 225 hlm.
Status              : Baru (POD)
Harga              : Rp 65.000,-

Pemesanan : SMS 089666935968/ PIN BB: 321BDDAB
 

Sabtu, 04 April 2015

Das Kapital For Beginners

Judul : Das Kapital For Beginners
Penulis : Adi dan Arif Rahman
Penerbit : Narasi
Tebal : 192 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 45.000

Sabtu, 21 Maret 2015

Karl Marx, Revolusi dan Sosialisme ; Sanggahan terhadap Franz Magnis-Suseno

Judul : Karl Marx, Revolusi dan Sosialisme ; Sanggahan terhadap Franz Magnis-Suseno
Penulis : Ken Budha Kusumandaru
Penerbit : Resist Book, 2004
Tebal : viii + 331 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 85.000

Sabtu, 17 Januari 2015

Sukarno, Marxisme dan Leninisme

Judul : Sukarno, Marxisme dan Leninisme.
Penulis : Peter Kaseda.
Penerbit : Komunitas Bambu, 2014
Tebal : xiii + 272 hlm.
Harga : Rp. 98.000,-

Kondisi : Segel
 

Jumat, 26 Desember 2014

Teori Marxian dan Berbagai Ragam Teori Neo-Marxian

Judul : Teori Marxian dan Berbagai Ragam Teori Neo-Marxian
Penulis: George Ritzer dan Douglas J. Goodman
Penerbit : Kreasi Wacana
Tebal: vi + 218 halaman
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 60.000,- 
 
Pemesanan : sms 089666935968/ pin BB: 321BDDAB

Minggu, 25 Mei 2014

Peta Pemikiran Marx


Judul : Peta Pemikiran Marx
Penulis:Andi Muawiyah Ramly
Penerbit : LKiS
Harga buku: Rp 65.000
Pemesanan : sms 089666935968/ pin BB: 321BDDAB
Sinopsis
Materialisme Dialektis
Materialisme dialektis bertitik tolak dari materi yang satu-satunya kenyataan. Karl marx mengartikan dialektika materialisme sebagai keseluruhan proses perubahan yang terjadi terus menerus tanpa ada yang mengantarai. Dari proses itu kemudian timbul kesadaran melalui proses pertentangan, dan hal ini ada pertentangan antara segi-segi yang berlawanan dan gagasan bahwa segala sesuatu barkembang terus.

Dialektika materialisme pada perkembangannya merupakan jawaban persoalan filsafat dizamannya. Rumusan Hegel tentang kenyataan misalnya merumuskan bahwa apa yang nyata dapat dipikirkan dan apa yang dapat dipikirkan adalah nyata. Tetapi, Feurbach yang mendasari filsafat materialisme marx tidak setuju dengan rumusan dialektik Hegel, karena kalau dikatakan pikiran merupakan tesis sedangkan penampakan kenyataan (antitesis) pada akhirnya juga berada dalam pikiran, hal demikian tidak menjawab esensi persoalan. Sebab itu, Feurbach mengembalikan kenyataan pada materi.



Akan tetapi menurut Marx, Hegel tidak dapat membebaskan dari alienasi dengan gambaran bahwa kenyataan materil merupakan cermin dari pikiran seperti juga Feurbach tidak bebas dari alienasi dengan gambaran bahwa kenyataan materil merupakan cermin kenyataan, namun materialisme tak praktis bertolak dari posisi ini, Marx menyebutkan dalam tesisnya ke-x bahwa “pendirian materialisme lama adalah masyarakat sipil atau masyarakat borjuis sedang materialisme baru seperti yang diusulkan Marx adalah masyarakat yang disosialkan”. Tetapi dalam tesis ke-xi menyatakan bahwa “ia tidak mau berspekulasi secara teoritis seperti yang ia lontarkan pada filosof-filosof sebelumnya, marx juga tidak menghendaki sejumlah teori baru yang tidak bertali marga dengan kondisi zamannya”. Arah filsafat macam ini adalah praksis social revolusioner sebuah arus loncatan dari dialektika ideal (Hegel) dengan materialisme verbalis (Feurbach) menuju dialektika materialis.
Manusia dan Alam
Karakteristik pembicaraan Marx tentang manusia didapatkan dalam rumusan bahwa manusia adalah mahluk yang konkrit. Manusia tidak akan pernah mampu untuk menyatakan kehadirannya diluar alam, bahkan manusia bukanlah roh yang terjun kedalam dunia materi seperti yang terdapat dalam dialektika Hegel. Manusia merupakan bagian integral dari alam dan materi, dengan kata lain manusia tergantung dari alam sekaligus mempunyai sikap aktif terhadap alam. Dari alamlah manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya melalui praksis kerja, karenanya corak manusia dalam wawasan ini diacukkan kearah humanisme proletar yaitu kemanusiaan rakyat murba. Karena pada hakikatnya yang membuat manusia menjadi homo humanus adalah kerja.

Bagi Marx, alam hendaknya dipandang sebagai suatu proses yang dinamis, rumusan ini berangkat dari penolakannya terhadap materialisme lama yang menjadikan mesin sebagai ukuran untuk menerangkan alam, manusia dan binatang. Marx mengakui keberhasilan materialisme mekanistis Feurbach, akan tetapi Feurbach tidak cukup tuntas mendalaminya sehingga menggantikan manusia konkrit dengan suatu wujud khayalan dan abstrak, yaitu manusia sebagai suatu mahluk generic.. Berdasarkan alasan itu, Marx melihat manusia dan alam dari sudut pandang materialisme dialektis, bahwa seluruh kenyataan berkembang secara kualitatif dalam loncatan-loncatan yang menuju kepada perspektif realitas baru.

Materialisme Historis
Dalam materialisme Historis diungkapkan bahwa manusia hanya dapat dipahami selama ia ditempatkan dalam konteks sejarah. Manusia pada hakikatnya adalah insan bersejarah. Dan penafsiran sejarah sebelum Marx beragam macamnya baik itu secara fatalistic, social, politis, ide dan gagasan. Hal itu terjadi tidak lain karena ada penafsiran yang berbeda terhadap realitas sejarah yang terjadi.

Berbeda dengan Marx, dengan materialisme historisnya bertumpu pada dalil bahwa produksi dan distribusi barang serta jasa merupakan dasar unutk membantu manusa untuk mengembangkan eksistensinya. Dengan kata lain, penafsiran sejarah dari aspek ekonomi menempatkan pertukaran barang dan jasa sebagai syarat untuk menata segenap lembaga social yang ada. Karena itu Marx membagi tahap perkembangan sejarah kemanusiaan menjadi lima yaitu: pertama masyarakat komunal primitive, kedua masyarakat perbudakan, ketiga mayarakat feodal, keempat mayarakat kapitalis, kelima masyarakat sosialis. Dari lima tahap tersebut ada dua faktor kunci yang mendasari proses didalamnya. Pertama kekuatan-kekuatan produksi, kedua hubungan-hubungan produksi.



Pertentangan kelas dan Nilai Lebih
Menurut Marx riwayat dari dari setiap masyarakat adalah sejarah pertentangan kelas. Pertentangan kelas yang berlangsung sejak dahulu hingga kini mengarah pada pertentangan kaya (borjuis) dan pertentangan buruh (proletar). Konsep kelas dan pertentangan kelas ini muncul karena perkembangan pembagian kerja secara social, yaitu munculnya hak milik pribadi atas alat-alat produksi.

Kemudian Marx merumuskan formulasi teoritisnya dalam tiga hukum gerakan ekonomi: pertama hukum akumulasi modal kedua hukum konsentrasi modal ketiga hukum bertambahnya kemelaratan. Ternyata dari tafsiran tersebut diperoleh solusi bahwa masyarakat dalam kritiknya senantiasa mengedepankan faktor manusia dan hubungan manusia yang terlibat di dalam mekanisme produksi, karenanya dalam analisis ekonominya, ketika membahas soal produksi, upah kerja, nilai barang dan pasar sebenarnya yang menjadi inti perhatian Marx adalah hubungan kemanusiaan yang mendasari dan menjalin proses itu.

Revolusi Dalam Perspektif Sosialisme
Revolusi yang dilukiskan oleh Karl Marx dapat dijabarkan dalam dua tahap. Pertama, revolusi-revolusi yang yang dipelopori golongan feodal kedua revolusi yang dilakukan oleh kelas pekerja dalam upaya meruntuhkan kelas borjuis.

Dalam buku ini telah dijelaskan beberapa teori yang melatar belakangi lahirnya pola pemikiran materialisme dialektis dan materialisme historis dari Karl Marx yang dapat dijadikan acuan dasar bagi para pemula dalam memahami filsafat materialisme, serta pengantar untuk memahami pemikiran Karl Marx yang lebih luas agar kita dalam memahami pola pemikirannya tidak parsial karena Marx sendiri pernah berkata "aku Bukanlah Seorang Marxis".

Tetapi buku ini hanya terbatas sebagai suatu pengantar ke pemikiran Karl Marx. Dan sebagai pengantar tak dikemukakan didalamnya pengembangan lebih lanjut pemikiran Karl Marx oleh banyak kalangan teoritisi sosial mutakhir, yang kemudian dikenal sebagai kalangan revisionis. Demikian pula dengan teori sosialnya yang merasuk ke dalam pemikiran sosial-keagamaan, seperti teologi pembebasan.