Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Zaman Bergerak Karya Takashi Shiraishi


Judul: Zaman Bergerak. Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926
Penulis : Takashi Shiraishi
Penerbit : Pustaka Utama Grafit
Tebal : xxviii + 504 halaman
Kondisi: Baru (POD)
Harga : 110.000
 
Sinopsis
Zaman Bergerak, sebagaimana Takashi Shiraishi memberi judul disertasinya, yang pada awalnya berjudul asli An age in motion : popular radicalism in Java, 1912-1926 (New York; Coenel University Press, 1990). Buku ini salah satu buku ‘wajib’ bagi kita untuk mengetahui perkembangan pada era pergerakan bangsa Indonesia, selain buku yang cukup menarik juga dari Indonesianis Ruth T Mcvey, The Communist Uprisings of 1926-1927 in Indonesia. Buku ini disajikan dengan naratif-analisis, yang diawal bagian coba untuk menarasikan keadaan sosial juga perkembangan selepas Kebijakan Politik Etik yang dicanangkan oleh Kolonial Belanda. Semisal, bagaimana perkembangan pada awal abad ke-20 di Bumiputera saat itu dalam sisi pendidikan, transportasi juga bagaimana perkembangan organisasi modern. Dengan sabar dan teliti Takashi Shiraishi coba memapar data-data yang mendukung perkembangan era pergerakan itu, kuncinya memang ada pada faktorrr yang utama, Pendidikan. Selain pula dari faktor industrial, dalam hal ini industri gula.


Dibagian selanjutnya, Takashi Shiraisi coba menjabarkan peran penting seorang pemuda, yang coba diangkat adalah Tirto Adhi Suryo, Mas Marco Kartodikromo, Tjiptomangun Kusumo dan rekan-rekan pergerakan lainnya. Tapi garis simpul yang bisa diambil dari sisi ini ialah bahwa peran media, dalam hal ini surat kabar, menjadi sebuah hal yang sentral bagi meningkatnya kesadaran untuk melawan. Takashi Shiraishi dengan nyaman, didukung oleh sumber-sumber yang memadai, memaparkan perkembangan dari tingkat satu ketingkat lain dalam proses kristalisasi perlawanan terhadap Kolonial Belanda oleh-meminjam Istilah Anhar Gonggong, para ‘Terdidik Tercerahkan’.


Hal yang menarik juga dalam pemaparan di buku Zaman Bergerak ini ialah bagaimana para manusia Indonesia yang ‘Terdidik tercerahkan’ ini terlibat dalam friksi-friksi organisasi maupun secara personal tapi dalam kancah intelektual, semisal friksi antara Semoen dengan Tjokroaminoto dan friksi antara Haji Misbach dengan para pemuka Sarekat Islam, yang berujung pada keputusan Haji Agus Salim, dengan istilah ‘Disiplin Partai’, yang mengakibatkan kawan-kawan dari faksi Kiri dalam tubuh Sarekat Islam keluar dan memutuskan mendirikan Partai Komunis Indonesia.


Memang dalam buku Zaman Bergerak, Takashi Shiraishi hanya melihat era pergerakan dalam melawan kolonialisme di Indonesia terpusat dalam satu wilyah, yakni Pulau Jawa. Hal ini yang menjadi sebuah pertanyaan juga sekaligus mempertajam wacana, apakah dalam era pergerakan hanya terpusat di Pulau Jawa? Bagaimana dengan bagian Indonesia lainnya? Apakah Indonesia hanya Pulau Jawa? Hal ini yang menarik untuk ditelaah dan dikaji lebih jauh.


Zaman Bergerak, ialah sebuah sumbangan yang tak ternilai dalam kancah ke-intelektualan bangsa Indonesia. Dan menegaskan peran-peran manusia Indonesia yang ‘terdidik tercerahkan’ menjadi kristalisasi dalam era kesadaran nasional. Karna, pendidikan dan pengetahuan yang mereka miliki dicurahkan untuk bangsa juga negaranya, dalam konteks ini melawan kolonialisme. Yang terpenting juga bagaimana di Zaman Bergerak kita bisa melihat peran penting sebuah Surat Kabat, singkatnya peran penting sebuah kata-kata yang menyusun ide.




Senin, 18 April 2016

Kuasa Jepang di Jawa Karya Aiko Kurasawa

Kuasa Jepang di Jawa Perubahan Sosial di Pedesaan Jawa 1942-1945
Penulis : Aiko Kurasawa
Penerbit : Komunitas Bambu
Tebal : 666 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 190.000



Semasa Perang Dunia II, Pulau Jawa diduduki oleh Jepang selama tiga setengah tahun. Kebijakan-kebijakan Jepang terhadap masyarakat pribumi bertujuan untuk memperoleh sumber daya ekonomi dan manusia guna mendukung operasi militer Jepang. Oleh karena itu, produksi dan distribusi panen, serta bahan komoditas ditempatkan di bawah kontrol pemerintah, dengan prioritas pasokan diberikan untuk pasukan militer.
Dalam melancarkan kebijakan ini, kerja sama dengan seluruh rakyat merupakan hal yang pokok. Pemerintah militer Jepang membuat berbagai program untuk menarik dukungan rakyat, sekaligus membentuk pemikiran dan tingkah laku mereka. Berbagai media propaganda digunakan, dan program-program “latihan” dijalankan melalui berbagai kelompok yang dibentuk masyarakat kelas bawah.
Semua kebijakan Jepang itu merupakan strategi politik Jepang untuk menghasilkan nilai budaya dan kepercayaan yang baru. Namun, mengakibatkan masyarakat mengalami kegoncangan yang tidak pernah dialami sebelumnya: eksploitasi sumber daya ekonomi menyebabkan meratanya kemiskinan secara luar biasa, perekrutan tenaga kerja pedesaan sebagai rômusha mengakibatkan terganggunya kegiatan pertanian, jarak antara berbagai kelompok sosial semakin tajam, dan gengsi kelas penguasa tradisional sungguh-sungguh digerogoti. Buku ini menelusuri perubahan-perubahan sosial ekonomi serta dampak psikologis yang terjadi dalam masyarakat di wilayah pedesaan Jawa selama masa pendudukan Jepang.

Senin, 13 April 2015

sistem tanam paksa di jawa

Judul : sistem tanam paksa di jawa
Penulis : robert van niel
Penerbit : LP3ES 2003
Tebal : xvii + 308 halaman
Kondisi : segel
Harga : 55.000

Sabtu, 04 April 2015

The History Of Java (Edisi Hard Cover)

Judul : The History Of Java (Edisi Hard Cover)
Penulis : T. Stamford Raffles
Penerbit : Narasi
Tebal : 918 halaman
Kondisi : Segel
Harga : 250.000